Cara Membuat Pakan Ternak Bebek / Itik Pedaging dan Petelur

Cara Membuat Pakan Bebek Pedaging

Sebagai peternak bebek / itik tentunya harus sepintar mungkin dalam urusan masalah pakan karena apa ? kalau kita hanya mengandalkan pakan buatan pabrik saja yang tentunya ” berbahaya” bagi kelangsungan usaha peternakan itik karena harga bahan baku pakan yang fluktuatif sangat berpengaruh dengan harga pakan buatan pabrik. Saat harga pakan pabrikan murah tidak ada salahnya kita pakai pakan itik buatan pabrik tetapi saat harga pakan naik tinggi saatnya kita membuat sendiri pakan itik dengan bahan-bahan alternatif yang tersedia disekitar rumah kita sehingga biaya pakan ternak bisa ditekan dan usaha peternakan itik baik petelur maupun pedaging yang kita jalankan tetap menguntungkan dan bisa tahan lama.

Untuk itu kami menyarankan Anda sebagai peternak harusnya bisa membuat pakan sendiri tentunya akan jauh lebih efisien dan menghemat dana, dengan kata lain membuat pakan sendiri memiliki keunggulan daripada hanya mengandalkan pakan buatan pabrik.

Dalam menyusun komposisi pakan itik / bebek dibutuhkan pengetahuan tentang kebutuhan zat makanan / umur (zat makanan: karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin).

Bagi Anda yang belum tahu cara menyusun komposisi dan takaran pakan bebek / itik

 

Pakan Ternak Bebek / Itik Pedaging

Pakan Ternak Bebek Pedaging
Dalam budidaya ternak faktor yang paling mendasar adalah masalah pakan, pengetahuan akan kebutuhan pakan ternak pun akan berbeda tergantung jenis ternak yang dibudidayakan. Pada kesempatan ini kami akan memberikan pengetahuan masalah pakan bebek / itik pedaging dengan harapan bisa menambah pengetahuan bagi peternak bebek pedaging baik itu yang pemula maupun yang sudah lama menjalani bisnis penggemukan bebek / itik.

Dengan kemajuan teknolgi peternakan dan informasi yang begitu banyak pakan bebek pedaging bisa dengan mudah Anda dapatkan, tetapi alangkah baiknya jika pakan bebek pedaging bisa dibuat sendiri disamping harganya lebih murah karena bahan pembuatan pakan bebek pedaging mudah didapatkan di sekitar kita, yang tentunya akan menghemat pengeluaran untuk membeli pakan jadi buatan pabrik yang harganya relatif tinggi.

Campuran Pakan Bebek Pedaging

Pakan yang digunakan untuk itik pedaging terdiri dari dua jenis yaitu starter dan grower/finisher. Kebutuhan gizi periode starter (0-3 minggu) dan grower (4-10 minggu) disajikan pada Tabel :

Komposisi Nutrien Starter Grower
Protein Kasar (%) 18.70 15.40
Metionin dan Sistin (%) 0.69 0.57
Lysin (%) 1.10 0.90
Kalsium (%) 0.72 0.72
P. Tersedia (%) 0.42 0.36
Energi Metabolis (kkal/kg) 2900 2900

Penggunaan bahan pakan lokal yang murah, tidak bersaing dengan manusia, dan bermutu baik sangat disarankan agar usaha itik dapat menguntungkan. Selain itu, bahan pakan yang digunakan sebaiknya tidak beracun, tidak asin, kering, tidak berjamur, tidakbusuk/bau/apek, dan tidak menggumpal.

Beberapa jenis bahan pakan sumber energi untuk itik antara lain adalah

  • dedak padi (bekatul)
  • gabah/beras/menir, jagung (dedak jagung)
  • sagu, sorghum (cantel)
  • singkong.

Bahan pakan sumber protein diantaranya adalah

  • tepung ikan
  • bekicot
  • bungkil kedelai
  • belatung
  • keong air (tutut)
  • kepala udang
  • ikan rucah
  • hasil sisa paha katak
  • hasil sisa penetasan

Selain itu, terdapat beberapa sumber vitamin yang murah untuk dimanfaatkan sebagai pakan itik seperti genjer, eceng gondok, rumput muda, dan tepung daun.

Berkut ini adalah tabel kandungan gizi berbagai bahan pakan ternak itik ( berdasarkan bahan kering ) dan batas penggunaanya

Bahan Pakan Batas Penggunaan Protein Kasar (%) Energi (kkal EM/kg) Serat Kasar (%) Metionin (%) Lysin (%) Ca (%) P (%)
Dedak Padi <75 12.0 2.400 13.82 0.25 0.45 0.20 1.00
Menir 10.2 2.660 1.57 0.17 0.30 0.09 0.12
Jagung 8.5 3.300 3.78 0.18 0.20 0.02 0.30
Tepung Ubi Kayu <30 2.0 3.200 3.81 0.01 0.07 0.33 0.40
Tepung Sagu 25 2.2 2.900 7.33 TT TT 0.53 0.09
Limbah Buah Kopi 10.0 1500 TT TT TT TT TT
Tetes (Molases) 2.5 3047 (GE) 0.00 TT TT 1.42 0.02
Bungkil Kelapa 30 18.6 1410 13.39 0.30 0.55 0.14 0.67
Bungkil Inti Sawit 20 18.7 2050 11.57 0.34 0.61 0.21 0.53
B. Biji Karet 31.3 4920 (GE) TT TT TT 0.43 0.69
Tepung Darah 80.0 2850 5.07 TT TT 0.28 0.22
Tepung Ikan 55.0 2.960 5.66 1.79 5.07 5.30 2.85
Kapur 38.00
Tepung Daun Lamtoro 23.4 850 11.95 0.31 1.55 0.60 0.10
Tepung Daun Singkong 21.0 1160 30.92 0.36 1.33 0.98 0.52
Bungkil Kedelai 44.0 2.240 8.62 0.50 2.60 0.32 0.67
Tepung Keong 20 44.0 2.700 7.81 0.89 7.72 0.69 0.43
Tepung Kepala Udang 30 30.0 2.000 21.42 0.57 1.50 7.86 1.15

HIJAUAN UNTUK BEBEK PEDAGING

Pakan hijauan merupakan salah satu komponen pakan yang memasok kebutuhan serat bagi itik. Wujudnya berupa daun-daunan hijau segar yang diberikan langsung kepada itik setelah dicacah. Pakan hijauan untuk itik antara lain kangkung, daun eceng gondok, genjer dan daun pepaya. Pemberian hijauan jenis leguminosa (lamtoro, turi, gamal dll) sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk menguapkan zat-zat berbahaya yang dapat merontokkan bulu. Selain membantu melancarkan pencernaan itik, pakan hijauan juga memasok kebutuhan vitamin dan mineral. Biasanya 100 ekor itik dewasa diberi pakan hijauan sebanyak 4 Kg perhari. Penggunaan dalam ransum itik dapat dicampurkan sebanyak 5%.

KEBUTUHAN AIR UNTUK BEBEK PEDAGING

Air adalah gizi yang sangat penting bagi seluruh jenis ternak. Misalnya, ayam tanpa air minum akan lebih menderita dan bahkan lebih cepat mati dibanding ayam tanpa pakan. Sebagai contoh, sekitar 58 % dari tubuh ayam dan 66% dari telur adalah air. Mutu air sering diabaikan oleh peternak karena kenyataan yang mereka lihat yaitu itik mencari makan dan minum ditempat kotor seperti kali, sawah atau bahkan di selokan. Air juga dapat berfungsi sebagai sumber berbagai mineral seperti Na, Mg dan Sulfur. Oleh karena itu, mutu air akan menentukan tingkat kesehatan ternak itik. Air yang sesuai untuk konsumsi manusia pasti juga sesuai untuk konsumsi itik.

Air harus bersih, sejuk dengan pH antara 5-7, tidak berbau, tawar/tidak asin dan tidak mengandung racun. Jumlah kebutuhan air untuk unggas secara umum termasuk ternak itik diperkirakan sebanyak 2 kali dari kebutuhan pakan/ekor/hari. Kandungan maksimum Ca, Mg, Fe, Nitrit dan Sulfur dalam air minum unggas masing-masing berturut-turut 75, 200, 0,3-0,5, 0 dan 25 mg/liter. Kelebihan mineral tersebut dalam air akan mempengaruhi penampilan unggas termasuk itik yaitu gangguan pencernaan.

Bagi anda yang membutuhkan vitamin ternak untuk mempercepat hasil panen serta meningkatkan bobot bebek pedaging dan mampu memperkecil angka kematian

Secara kompleksnya yang harus diketahui seorang peternak itik dalam menyusun ransum pakan itik adalah: kebutuhan zat makanan ternak pada umur tertentu per harinya. Misalkan seekor anak itik umur 1 mignggu hanya membutuhkan karbohidrat sebanyak 25 gr, protein 15 gr dan 10 gramvitamin dan mineral. Maka dari contoh kebutuhan zat maknan tersebut kita harus mencari komposisi pakan dengan kandungan zat makanan yang sesuai.

Berikut ini cara membuat pakan itik pedaging murah dan komposisi serta perbandingan pakan bebek pedaging maupun petelur.

Cara Membuat Pakan Itik Pedaging dan Itik Petelur

Untuk 100 kilogram pakan itik/ bebek maka kita membutuhkan:

KOMPOSISI BAHAN

  • Jagung (giling kasar atau halus) sebanyak 40 Kg
  • Dedak halus (bekatul) 40 Kg
  • Tepung tulang 1 ½ Kg
  • Tepung ikan 10 Kg
  • Bungkil kedele 8 Kg
  • Minyak nabati ½ Kg

LANGKAH SELANJUTNYA

Mixing (aduk semua bahan tersebut) dan beri kepada bebek / itik sesuai dengan kebutuhan harian ternak bebek tersebut. Dalam hal ini anda haruslah memahami tentang kebutuhan pakan bebek per ekor per hari sesuai dengan umur itik bebek tersebut.

Bahan pakan ternak bebek / itik alternatif yang mudah didapatkan diantaranya keong mas dan talas. Untuk keong mas dapat diberikan langsung ke ternak itik setelah di pecahkan.

Bahan Pakan Alternatif  Untuk Pakan Ternak Bebek / Itik

Berikut ini adalah bahan baku yang dijadikan sebagai pakan ternak alternatif pengganti konsentrat:

BAHAN PAKAN NABATI:

1 ) Dedak Halus

Dedak halus dibedakan antara dedak halus pabrik dan dedak halus kampung. Dedak halus kampung mengandung lebih banyak serat kasar dibandingkan dedak halus pabrik, serta kandungan proteinnya hanya 10,1 %, sedangkan dedak halus pabrik mengandung protein 13,6%. Sedangkan kandungan lemaknya tinggi, sekitar 13%, demikian juga serat kasarnya kurang lebih 12%. Oleh karena itu penggunaan dedak halus dalam pakan ayam buras sebaiknya tidak melebihi 45%.
Bila beras yang sudah putih digiling kembali, maka akan didapatkan limbah berupa bekatul dengan kandungan proteinnya 10,8%, ini dapat juga digunakan sebagai bahan pakan ayam buras.

2 ) Jagung

Jagung sebagai pakan ayam buras sudah sejak lama digunakan. Jagung mengandung protein agak rendah (sekitar 9,4%), tetapi kandungan energy metabolismenya tinggi. (3430 kkal/kg). Oleh karena itu jagung merupakan sumber energi yang baik. Kandungan serat kasarnya rendah (sekitar 2%), sehingga memungkinkan
jagung dapat digunakan dalam tingkat yang lebih tinggi. Jagung kuning mengandung pigmen karoten yang disebut “xanthophyl”. Pigmen ini memberi warna kuning telur yang bagus dan daging yang menarik, tidak pucat.

3) Bungkil Kelapa

Bungkil kelapa merupakan limbah dari pembuatan minyak kelapa dapat digunakan sebagai pakan lemak. Indonesia kaya akan pohon kelapa dan banyak mendirikan pabrik minyak goreng, sehingga bungkil kelapa banyak tersedia kandungan protein cukup tinggi sekitar 21,6% dan energi metabolis sekitar 1540 – 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa ini miskin akan Cysine dan Histidin serta kandungan lemaknya tinggi sekitar 15%. Oleh karena itu penggunaan dalam menyusun ransum tidak melebihi 20%, sedang kekurangan Cysine dan Histidin dapat dipenuhi dari tepung itu atau Cysine buatan pabrik.

4) Singkong/Ketela Pohon

Parutan singkong mentah dapat dijadikan bahan pakan pokok ayam buras yang dipelihara secara intensif. Singkong dapat diberikan dalam bentuk mentah (segar) ataupun setelah melalui pengolahan misalnya gaplek atau aci. Penggunaan tepung gaplek dalam ransum tidak lebih dari 40%. Dalam bentuk mentah, singkong sebaiknya digunakan dalam tempo 24 jam setelah masa panennya. Lebih dari tempo itu maka nilai gizinya akan menurun (rusak). Selain umbinya, daun singkong juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam buras, baik dalam bentuk tepung ataupun dalam bentuk segar (sebagai hijauan). Tepung daun singkong ini dapat menggantikan kacang hijau dan kedelai sampai jumlah 8%.

5) Bungkil kedelai.

Kacang kedelai mentah tidak dianjurkan untuk dipergunakan sebagai pakan ayam karena kacang kedelai mentah mengandung beberapa trypsin, yang tidak tahan terhadap panas, karena itu sebaiknya kacang kedelai diolah lebih dahulu. Bungkil kedelai merupakan limbah pembuatan minyak kedelai, mempunyai kandungan protein ± 42,7% dengan kandungan energi metabolisme sekitar 2240 Kkal/Kg, kandungan serat kasar rendah, sekitar 6%. Tetapi kandungan methionisne rendah.
Penggunaan bungkil kedelai dalam ransum ayam dianjurkan tidak melebihi 40%, sedang kekurangan methionisme dapat dipenuhi demi tepung ikan atau methionisme buatan pabrik.

6) Daun lamtoro.

Pemberian daun lamtoro mesti hati-hati karena daun lamtoro mengandung alkoloid yang beracun dengan nama mimosin. Pemberian tepung daun lamtoro dalam jumlah yang banyak akan mengakibatkan ayam berhenti bertelur. Karena itu, kendatipun kandungan protein daun lamtoro cukup tinggi (22,30%), dalam penggunaannya dianjurkan tidak melebihi dari 5% dalam pakan ayam.

7) Daun turi.

Tepung daun turi sudah biasa dipergunakan dalam pakan ayam. Daun turi yang berbunga merah mengandung kadar protein sekitar 31,68%, sedangkan daun turi yang berbunga putih mengandung kadar protein 40,62%.

BAHAN PAKAN HEWANI:

1) Tepung Ikan

Tepung ikan merupakan bahan pakan yang sangat terkenal sebagai sumber protein yang tinggi. Tetapi perlu diketahui bahwa kandungan gizi tepung ikan ini berbeda, sesuai dengan jenis ikannya. Disamping jenis ikan, proses pengeringan ikan juga mempengaruhi kualitas tepung ikan tersebut. Ada beberapa macam proses pengeringan, yaitu pengeringan matahari, pengeringan vacum, pengeringan dengan uap panas dan pengeringan dengan pijar api sesaat. Pengeringan matahari merupakan proses termudah dan termurah, tetapi juga rendah kadar proteinnya. Tepung ikan lokal yang bersumber dari sisa industri ikan kalengan atau limbah tangkapan nelayan dan hanya dijemur dengan panas matahari mempunyai kandungan protein kasar hanya 51-55%.
Selain sebagai sumber protein dengan asam amino yang baik, tepung ikan juga merupakan sumber mineral dan vitamin. Dengan kandungan gizi yang sangat baik ini maka tak heran bila harganyapun mahal. Oleh karena itu, untuk menekan harga ransum, pengguna tepung ikan dibatasi dibawah 8%.

2) Tepung Udang

Tepung udang berasal dari limbah industri udang, sehingga kualitas gizinya tergantung dari bagian yang ikut tergiling. Apabila bagian kepala dan kaki ikut tergiling tentu kualitasnya lebih baik daripada hanya kulit udangnya saja. Kandungan protein tepung udang berkisar antara 43 – 47%. Tepung udang merupakan bahan pakan alternatif sebagai sumber protein, karena tidak semua tempat tepung udang ini dapat diperoleh.

3) Tepung Tulang

Tepung tulang digunakan sebagai sumber mineral. Tepung tulang umumnya mengandung Calcium antara 24 – 25% dan Phospor antara 12-15%. Karena sifatnya sebagai pelengkap, pemakaian tepung tulang hanya sedikit.

4) Bekicot

Bekicot merupakan bahan pakan yang murah sekali karena kita dapat dengan mudah memperolehnya disekitar lingkungan hidup dan mudah pula membudidayakannya. Hampir 95% dari tubuh bekicot dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam, yang terbuang hanyalah kotoran dan lendirnya.

Cara memanfaatkannya adalah sebagai berikut :

  • 60 gr bekicot dipuasakan selama 2 hari agar kotorannya habis
  • Rendamlah dalam air garam dengan perbandingan 1 liter air dengan 50 gr garam  dapur, kemudian diaduk selama 15 – 20 menit.
  • Daging bekicot dicuci kemudian masukkan ke dalam air mendidih selama 10 menit (sampai masak).

Daging bekicot dapat diberikan sebagai pakan ayam, baik dalam bentuk basah (segar), kering ataupun, dalam bentuk tepung, dengan kandungan protein untuk masing-masingnya adalah sebagai berikut :

  • a.  Dalam bentuk basah (segar)   54,29%
  • b.  Dalam bentuk kering     64,13 %
  • c.  Dalam bentuk tepung     24,80%

Meskipun kandungan protein tepung bekicot tinggi, tetapi pemakaiannya tidak boleh melebihi 10%. Cangkang bekicot dapat digunakan sebagai pakan tambahan menggantikan tepung kapur dan grit.

VITAMIN TAMBAHAN

Anda bisa gunakan produk nasa untuk peternakan baik itu bebek pedaging maupun petelur

1) Viterna Plus

VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh ternak, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

VITERNA Plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :

  • Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) – kualitas daging (mengurangi — kandungan kolesterol) – kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3.
  • Memacu enzim – enzim pencernaan ternak.
  • Memberikan mineral – mineral esensial maupun non esensial.
  • Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb.).
  • Menambah kandungan asam – asam lemak didalam rumen / lambung ternak.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).
  • Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.Meningkatkan nafsu makan.Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam.

2) POC NASA & Hormonik

POC NASA adalah Formula khusus terutama untuk tanaman,peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :

  • Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
  • Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
  • Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).

HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.

HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis binatang. HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang cara membuat pakan ternak bebek / itik semoga bermanfaat.

Salam Sukses dari Kami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s