Hebatnya Bisnis NASA

Cukup Padukan Cara Konvensional dengan Online

Strategi mempertahankan omset pada jaringan di saat krisis dapat juga dilakukan dengan mengoptimalkan strategi yang ada. Pola pemasaran konvensional dan secara on line harus benar-benar dipadukan.

Strategi pemasaran di bisnis NASA sangat banyak, namun prinsipnya ada 3 strategi besar. Ketiga strategi ini akan saling mengisi/berpadu untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. “Sebenarnya saya kolaborasi, antara menggunakan cara multilevel murni, konvensional, dan yang ketiga menggunakan online,” kata Shaleh Hidayat salah satu leader NASA.
“Yang pertama menggunakan multilevel murni, seperti yang diajarkan upline,” kata Shaleh. Menggunakan cara multilevel merupakan strategi dasar pemasaran di bisnis NASA. Strategi ini sudah jamak dilakukan dan merupakan panduan dasar bagi setiap distributor.
“Kelebihan multilevel murni di titik kekeluargaannya tinggi, posisi pendidikannya bagus, untuk pendidikan bisnis dan mendidik mental berbisnis sangat luar biasa,” yakin Shaleh.
“Dalam bisnis multilevel kita diajarkan berbagai hal, mulai dari ilmu presentasi sampai ilmu perpindahan barang atau rotasi barang. Dan itu semua merupakan pendidikan berbisnis yang sangat-sangat luar biasa,” ungkap Shaleh mantap.
Pemasaran akan lebih dahsyat lagi dengan selalu berkreasi dan melakukan modifikasi terus menerus. “Kita tetap berinovasi terus dan tetap harus mengikuti situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan,” tuturnya.
Untuk mewujudkan peningkatan omset, distributor dapat menggunakan pola pemasaran konvensional. “Seperti yang biasa kita lakukan. Cara konvensional lewat toko pertanian, kerjasama dengan lembaga yang ada kompetensi dengan dunia agro, atau dengan gapoktan (gabungan kelompok tani),” ungkap pria kelahiran Grobogan Jawa Tengah ini.
“Kalau menggunakan jalur kerjasama dengan toko pertanian, prosesnya hampir sama mekanismenya, yakni menjadi supplier untuk produk-produk NASA” kata Shaleh. “Tapi itu membutuhkan kerja yang betul-betul kerja keras,” Shaleh mengingatkan.
Kerjasama juga bisa dilakukan langsung dengan kelompok tani. “Kalau bekerjasama dengan gapoktan, ya bekerjasama dengan yang berkompeten atau berpengaruh di gapoktan tersebut,” kata Shaleh.
Selain dengan kelompok tani langsung, kerjasama juga bisa melalui dinas terkait. Jika akan bekerja sama dengan dinas, maka harus tahu mengenai mekanisme anggaran dana di dinas yang bisa disesuaikan dengan penjualan produk NASA.
“Yang ketiga dengan cara online,” kata Shaleh mantap. “Menggunakan jejaring sosial, atau membuat blog. Kalau jejaring sosial kan bayak, ada facebook, twitter, friendster, my space,” Shaleh merinci.
Dengan menggunakan media online, maka penawaran tidak memiliki batasan waktu. Penawaran bisa dilakukan selama 24 jam penuh. Bisnis juga bisa dilakukan dimanapun.
Keunggulannya lain dari marketing on line adalah biaya yang dikeluarkan lebih rendah. “Biayanya cukup dialihkan ke pembelian modem dan laptop,” ungkap pria yang lahir tanggal 8 Mei 1972 ini.
Bisnis secara online sebenarnya tidak berbeda dengan penawaran konvensional. Hakikatnya marketing online juga bisa dilakukan face to face (bertatap muka), karena ada video calling melalui webcam. “Tapi kebanyakan berbisnis online itu tidak bertemu langsung, Jadi memang bisnis kepercayaan betul,” tuturnya.
Penggunaan pemasaran secara online cukup terasa efeknya. “Kalau ditekuni juga bagus, karena akhir-akhir ini, tepatnya 3 bulan ini kita mulai di online. Melihat perkembangannya, maka akan betul-betul kita jalani serius,” ungkap pria yang hobi seni ini.
Menjadi seorang distributor dituntut untuk selalu berimprofisasi dan tidak kaku dalam memasarkan produk. “Melihat situasi lapangan kita gabung dengan marketing konvensional, melihat lapangan lagi kita menggunakan online. Karena dengan persaingan yang tinggi, bagaimana caranya membuat penjualan barang dapat dilakukan dengan cara yang sesimpel mungkin,” kata Shaleh.

Advertisements